Sabtu, 05 November 2016

Pengertian OSI dan 7 Model OSI

Pengertian

Open System Interconnection atau sering disebut OSI adalah suatu lapisan yang terdiri dari 7 Lapisan (Physical Layer, Data Link Layer, Network Layer, Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, Application Layer) yang gunanya untuk menjelaskan komunikasi layer. Pada Tahun 1977 International Organization for Standarddization (ISO) membuat proyek untuk membuat beberapa set standart untuk memfasilitasi komunikasi jaringan. Pada tahun 1984 pekerjaan ini selesai dan disebut Model Referensi OSI.

Pengertian OSI dan 7 Layer Model OSI

7 Layer Model OSI
Layer 1: Physical Layer
Layer Physical ini berhubungan dengan karakteristik dari media transmisi (konektor, pin, pemakaian pin, arus listrik, encoding dan modulasi cahaya). Layer ini menspesifikasikan aturan-aturan berikut:
1.  Struktur fisik suatu jaringan.
2.  Aturan mekanis dan elektris dalam pemakaian medium transmisi.
3.  Protocol Ethernet (IBM Token ring; AppleTalk)
4.  Fiber  Distributed  Data  Interface (FDDI)  EIA/TIA-449, RJ-45, Ethernet, 802.3, 802.5, B8ZS
5.   Sinkronisasi sinyal-2 elektrik melalui jaringan
6.   Encoding data secara electronic 

Layer 2: Data Link Layer
Layer ini mengidentifikasi address yang sesungguhnya dari suatu piranti. Analogi data link ini seperti surat tercatat yang dikirm pada alamat rumah  dan dijamin sampai dengan adanya resi yang ditandatangani penerima. Layer Data link menspesifikasikan aturan berikut:
1.  Koordinasi bits kedalam kelompok-2 logical dari suatu informasi
2.  Mendeteksi dan terkadang juga memperbaiki kesalahan.
3.  Mengendalikan aliran data.
4.  Identifikasi piranti jaringan.
Protocol-protocol berikut mengimplementasikan Data link layer:
1.  Ntware’s Link Support layer (LSL).
2.  Asynchronouse Transfer Mode (ATM).
3.  IEEE 802.3/802.2, HDLC, Frame Relay, PPP, FDDI, IEEE 802.5/802.2.

Layer 3: Network Layer
Layer Network ini mendefinisikan pengiriman paket dari ujung-ke-ujung. Untuk   melengkapi   pekerjaan   ini,   Network   layer mendefinisikan logical address sehingga setiap titik ujung perangkat yang berkomunikasi bisa diidentifikasi. Layer ini juga mendefinisikan bagaimana routing bekerja dan bagaimana jalur dipelajari sehingga semua paket bisa dikirim. Analogi dari layer ini tugasnya mengirim surat atau paket ke kota atau kode pos tertentu, tidak langsung di kirim ke alamat tujuan.
Layer Network menspesifikasikan aturan-aturan untuk yang berikut:
1.  Data routing antar banyak jaringan
2.  Frakmentasi dan membentuk ulang data
3.  Identifikasi segmen kabel jaringan
Protocol-protocol berikut menerapkan aturan layer Network
1.  Netware’s Internetwork Packet Exchange (IPX) Protocol
2.  TCP/IP’s Internet Protocol (IP); AppleTalk DDP
Layer 4: Transport Layer
Transport layer lebih fokus pada masalah yang berhubungan dengan pengiriman data kepada komputer lain (proses memperaiki suatu  kesalahan  atau  error  recovery,  segmentasi  dari  blok  data  dari aplikasi yang besar kedalam potongan kecil-kecil untuk di kirim, dan pada sisi
komputer penerima potongan-potongan tersebut disusun kembali). Analogi dari layer transport ini kayak penyedia jasa pengiriman paket atau ISP, kalau kita ketikkan www.rusmanablog.blogspot.co.id maka ISP akan menterjemahkan kedalam address tujuan.
Layer OSI ke 4 ini menspesifikasikan aturan-aturan untuk yang berikut:
1.  Menyembunyikan struktur jaringan dari layer diatasnya.
2.  Pemberitahuan kalau data pesan telah diterima.
3.  Menjamin kehandalan, pengiriman pesan bebas kesalahan. 
Contoh-contoh berikut adalah protocol-protocol yang mengimplementasikan aturan layer transport
1.  Netware’s Sequence Packet Exchange (SPX) protocol.
2.  TCP/IP’s Transmision Control Protocol (TCP).
3.  TCP/IP’s Domain Name System (DNS).
Layer 5: Session Layer
Session layer ini mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol, dan mengakhiri suatu percakapan. Hal ini termasuk dalam kendali dan manajemen dari berbagai pesan bidirectional sehingga aplikasi bisa menyertakan suatu sinyal pemberitahuan/notifikasi jika beberapa pesan telah lengkap. Analoginya  bisa di bilang sebagai Operator (jika anda mau menelopon seseorang, dan tidak tahu nomernya, maka anda bisa menanyakan ke operator tersebut). Session Layer  menspesifikasikan aturan-aturan berikut:
1.  Pengendalian sesi komunikasi antara dua piranti
2.  Membuat; mengelola; dan melepas koneksi
Protocol yang menimplementasikan layer session model OSI:
1.  Netware’s Servise Advertising Protocol (SAP)
2.  TCP/IP remote procedure call (RPC)
3.  SQL; NFS; NetBIOS names; AppleTalk ASP; DECnet SCP
Layer 6: Presentation Layer
Presentation Layer, tujuan  utamanya mendefinisikan format data seperti text ASCII, text EBCDIC, binary, BCD dan  juga  JPEG.  Enkripsi  juga  didefinisikan  dalam  layer ini. Analoginya jika Mainframe mempunyai format EBCDIC, sementara windows ASCII. Tugasnya adalah menerjemahkan agar format yang berbeda ini bisa terhubung.  Layer Presentation menspesifikasikan aturan-aturan berikut:
1.  Penterjemahan Data
2.  Enkripsi dan kompresi data
Contoh protocol-protocol yang mengimplementasikan aturan Presentation layer  :
1.  Netware Core Protocol (NCP)
2.  AppleTalk Filing Protocol (AFP) 
3.  JPEG; ASCII; EBCDIC; TIFF; GIF; PICT; encryption; MPEG; MIDI.
Layer 7: Application Layer

Layer 7 adalah layer Applikasi mendifinisikan interface antara software-software atau applikasi yang berkomunikasi keluar dari komputer dimana  aplikasi tersebut berada. Layer ini menjelaskan aturan-aturan untuk yang berikut:
1.  Penyediaan layanan jaringan
2.  Penawaran - pengiklanan layanan jaringan
3.  Pengaksesan layanan jaringan
Contoh berikut adalah protocol-protocol yang mengimplementasikan aturan layer Application.
1.  Netware’s services advertising protocol (SAP)
2.  TCP/IP Network File System (NFS)
3.  TCP/IP Simple Mail Transfer Protocol (SMTP); Telnet; HTTP; FTP; WWW browser
4.  Termasuk dalam contoh ini adalah file; print; applikasi database; message.

Keuntungan dari model OSI
Keuntungan :
1.  Memberikan  bahasa  dan  referensi  yang  sama  antar  sesama professional jaringan
2.  Membagi tugas-tugas jaringan ke dalam layer-layer logis demi kemudahan dalam pemahaman
3.  Memberikan keleluasaan fitur-fitur khusus pada level-level yang berbeda
4.  Memudahkan dalam troubleshooting
5.  Mendorong standard interoperability antar jaringan dan piranti
6.  Memberikan  modularity  dalam fitur-fitur jaringan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar